Wednesday, February 15, 2006

Kenali beberapa penyakit virus dengan rash

Kenali beberapa penyakit virus dengan rash

Artikel Majalah Anakku

Campak (tampek)

Andi yang berusia dua tahun demam tinggi selama 3-4 hari, matanya agak merah dan berair disertai batuk dan pilek. Lalu, muncul bintik-bintik coklat kemerahan diawali dari leher, belakang telinga, dan muka. Keesokannya, dada dan punggung Andi juga tampak kemerahan, diikuti tangan dan kaki. Tiga hari kemudian, seluruh badannya tampak penuh dengan bintik merah, sebagian bintik di daerah punggung dan dada bergabung menjadi warna kemerahan yang lebar. Demam Andi perlahan turun dan dalam seminggu, merah-merah di badan Andi memudar berganti dengan sisik berwarna kecoklatan.

Ketika Andi di bawa ke dokter dan diperiksa, tampak ada bintik putih yang dilingkari warna merah di area pipi bagian dalam. Dokter mengatakan itulah ciri khas campak, disebut bercak koplik yang hanya ditemukan pada masa awal penyakit.

Penyakit ini sangat cepat menular lewat udara dan dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi bakteri sekunder, sakit paru-paru, hingga radang otak.

Rubella

Dinda masih tampak ceria meskipun agak demam. Ibunya mulai khawatir ketika teraba benjolan di belakang telinga. Beberapa hari kemudian, muncul bintik-bintik warna merah muda, mulai muncul di leher dan muka. Keesokannya, bintik-bintik itu sudah menyebar ke seluruh tubuh. Dalam tiga hari, bintik-bintik kecil di tubuh Dinda sudah pudar dan menghilang begitu saja. Kata dokter, kemungkinan Dinda terkena rubella dan bukan campak, apalagi Dinda tidak mendapat vaksinasi MMR.

Rubella pada anak sebenarnya tidak terlalu berbahaya, kecuali bila mengenai ibu yang sedang hamil muda karena dapat menimbulkan cacat pada bayi.

Roseola infantum/eksantema subitum

Ibu Tiara khawatir sekali karena tubuh anaknya yang berusia 8 bulan itu demam tinggi mendadak. Memang Tiara agak rewel tetapi ia masih bisa diajak bermain. Tiga hari kemudian, demam turun dengan sendirinya. Setelah demamnya hilang, mulai tampak bintik-bintik merah di kulit. Awalnya, bintik-bintik muncul di dada yang menyebar ke muka dan anggota badan lalu memudar dengan urutan yang sama dengan munculnya. Memudarnya bintik terjadi cepat, hanya beberapa jam setelah muncul. Orang bilang Tiara sakit campak mini karena gejalanya amat mirip dengan campak.

Roseola infantum sering menimbulkan demam tinggi pada bayi dan membuat ibu khawatir padahal penyakit yang disebabkan herpesvirus 6 ini tergolong tidak berbahaya.

Infeksi enterovirus dan penyakit tangan, kaki, dan mulut

Dita, satu setengah tahun, dibawa ke dokter karena ia tak mau makan dan minum. Memang beberapa hari ini Dita rewel dan agak demam. Bila disuapi, Dita malah menangis. Ibunya melihat ada sariawan kecil-kecil di lidah. Demikian pula di tangan dan kakinya muncul bintil-bintil kemerahan. Dita juga tak mau berjalan karena muncul bintil berair di telapak kakinya.

Dokter mencurigainya terkena penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit ini akan sembuh sendiri tapi sering membuat ibu panik karena anaknya menolak makan dan minum.Beberapa jenis enterovirus yang bisa menimbulkan rash adalah echovirus dan virus coxsackie. Salah satu yang khas adalah penyakit tangan, kaki dan mulut seperti yang dialami Dita. Bentuk rash pada infeksi enterovirus bisa bermacam-macam, biasanya bersifat makulopapular, menyebar di seluruh badan dan tidak gatal.

Cacar air

Kiki bercerita di sekolah dasarnya ada teman yang tidak masuk karena cacar air. Beberapa hari kemudian, Kiki mulai tidak enak badan seperti mau flu. Mulailah muncul bintik-bintik yang diawali dari kemerahan (makula), menjadi bintil (papul), lalu cepat berubah menjadi bintil berair (vesikula) yang akhirnya pecah dan berkerak. Awalnya muncul di badan lalu menyebar hingga ke kulit kepala. Sampai beberapa hari, bintik-bintik tetap timbul hingga menyisakan bekas yang berkerak yang perlahan hilang. Kiki juga mengeluh gatal-gatal dan rasanya ingin menggaruk terus.

Dokter mengatakan Kiki tertular cacar air akibat virus varicella-zoster dan ibu tak perlu khawatir karena pada anak yang sehat, cacar air biasanya ringan. Yang terpenting adalah menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan agar cacar air tidak terkena infeksi bakteri sekunder yang memperlama penyembuhan.

Referensi
  1. Tumbelaka, AR. Pendekatan diagnostik penyakit eksantema akut. Dalam: Akib AAP, Tumbelaka, AR, Matondang CS. Pendekatan imunologis berbagai penyakit Alergi dan Infeksi. Naskah lengkap Pendidikan kedokteran berkelanjutan Ilmu Kesehatan Anak XLIV. Jakarta: 2001.
  2. Levin MJ, winberg A. Infections: Viral and Rickettsial. In: Hay WW, Hayward AR, Levin MJ, Sondheimer JM. Current Pediatric Diagnosis and treatment. 15th ed. McGraw-Hill, USA. 1999.
  3. Sharma R, Boon A, Harnden A. Interactive case report: a 2 year old child with rash and fever. BMJ 2003; 327:p668
  4. Mckinnon HD, Howard T. Evaluating Febrile patient with a rash. American Academy of Family Physicians. 2000